Mahasiswa S1 Manajemen PSDKU Unesa Teliti Risiko Transportasi Bus di Magetan, Hasilkan Strategi Mitigasi Keselamatan
Magetan, 2025 – Tim mahasiswa Program Studi S1 Manajemen PSDKU Universitas Negeri Surabaya (Unesa) berhasil menyelesaikan penelitian bertajuk “Identifikasi dan Analisis Risiko yang Terkait dengan Transportasi Bus, serta Pengembangan Strategi Mitigasi Risiko.” Penelitian ini dilakukan selama satu tahun dengan dukungan pendanaan dari Skema Penelitian Pendanaan Fakultas PSDKU UNESA Tahun 2025 melalui skema Penelitian Dasar Bidang Sosial Humaniora.
Tim yang diketuai oleh Fitria Maharani bersama anggota Anissa Nur Hidayah, Nabila Puspita Sari, Inesya Virgi Adelweis Putri, dan Zahra Rodhatul Rofiah, meneliti berbagai faktor risiko dalam operasional transportasi bus di Kabupaten Magetan. Fokus utama penelitian meliputi tiga aspek, yaitu keselamatan, operasional, dan lingkungan.
Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, tim memadukan hasil kuesioner terhadap 100 pengguna Transportasi Bus dan 10 pengemudi bus, serta wawancara mendalam dengan tiga instansi kunci: Satlantas Kota Madiun, Satlantas Kabupaten Magetan, dan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur. Data tersebut diolah untuk mengidentifikasi pola risiko dan merumuskan strategi mitigasi yang efektif dan aplikatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor manusia (human error) menjadi penyebab dominan kecelakaan, terutama akibat kelelahan pengemudi, perilaku ugal-ugalan, dan kondisi medan ekstrem di kawasan pegunungan Cemorosewu. Sementara itu, risiko operasional banyak dipicu oleh pelanggaran trayek, tekanan waktu, dan administrasi armada. Adapun risiko lingkungan relatif rendah, namun masih ditemukan permasalahan seperti emisi gas buang dan kemacetan di area terminal.
Sebagai upaya mitigasi, tim merekomendasikan pemeriksaan teknis berkala, pelatihan keselamatan pengemudi, pengaturan jam kerja untuk mencegah kelelahan, serta perbaikan infrastruktur jalan dan sistem informasi lalu lintas. Penelitian ini juga menegaskan pentingnya sinergi antara Dishub dan Satlantas dalam pengawasan dan edukasi keselamatan.
Menurut Tim Peneliti, penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi akademik, tetapi juga rekomendasi kebijakan berbasis riset yang dapat diterapkan oleh pemerintah daerah dan operator bus.
“Hasil penelitian mahasiswa ini membuktikan bahwa riset sosial-humaniora memiliki peran penting dalam meningkatkan keselamatan publik dan mendukung transportasi berkelanjutan di daerah,”
Penelitian ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG) 3 (Good Health and Well-being) dan SDG 11 (Sustainable Cities and Communities). Luaran penelitian berupa model mitigasi risiko yang siap diimplementasikan oleh operator bus di wilayah Magetan.
