Survei Penilaian terhadap dosen dilakukan secara terus-menerus di tiap semester untuk menjaga kualitas perkuliahan yang berjalan. adapun indikator-indikator pertanyaan pada survei tersebut adalah sebagai berikut:

Persiapan Perkuliahan (Item 1–3)

Item

Indikator

1

Dosen menyiapkan RPS dan materi pembelajaran

2

Dosen menyampaikan desain skenario perkuliahan

3

Kesesuaian jumlah tatap muka (15 kali)

 

2. Pelaksanaan Perkuliahan (Item 4–14)

Item

Indikator

4

Pelaksanaan daring/luring

5

Kesesuaian perkuliahan dengan jadwal

6

Kesesuaian materi dengan RPS

7

Penguasaan materi kuliah

8

Kesesuaian metode, media, dan beban proyek

9

Kesesuaian beban SKS dengan kompetensi

10

Kemampuan memotivasi mahasiswa

11

Pemberian tugas & kesempatan bertanya/berpendapat

12

Penampilan dosen & penggunaan Bahasa Indonesia

13

Keterbukaan menerima kritik dan saran

14

Waktu belajar mingguan (per SKS)

 

3. Evaluasi Hasil Belajar

 

Item

Indikator

15

Pelaksanaan UTS/UAS sesuai kalender akademik

16

Pelaksanaan UTS/UAS secara daring/luring

17

Waktu pengerjaan tugas & penilaian objektif

18

Transparansi penetapan nilai dan pengumuman

19

Kesediaan memberikan ujian susulan

20

Ketepatan waktu penyerahan nilai ke mahasiswa

21

Ketepatan waktu dalam penyerahan nilai dan pengumuman ke mahasiswa

22

Kesesuaian materi dengan soal ujian

 

Berikut ini adalah hasil survei yang telah dilakukan:


Kesimpulan Akhir Berdasarkan grafik: 

  1. Keunggulan utama dosen terletak pada kesiapan administrasi (RPS & Materi) dan kemampuan mengajar di kelas (penguasaan materi serta penggunaan bahasa yang baik), serta kualitas soal ujian yang sesuai dengan materi.
  2. Catatan perbaikan yang paling kritis adalah aspek ketepatan waktu, baik dalam hal kesesuaian jadwal perkuliahan (item 5) maupun kecepatan penyerahan nilai akhir (item 20). Meskipun skornya tetap "Baik", kedua item ini merupakan yang terendah dan menjadi prioritas peningkatan.
  3. Secara keseluruhan, dosen dinilai kompeten dan profesional, dengan rata-rata nilai mendekati "Sangat Baik", namun perlu meningkatkan disiplin waktu administratif agar kepuasan mahasiswa bisa lebih merata di semua indikator.








Kesimpulan Akhir Berdasarkan grafik:
  1. Evaluasi Sangat Positif: Dosen memperoleh nilai rata-rata akhir 3.33 dari 4.00, yang masuk dalam predikat "Sangat Baik". Ini merupakan indikasi kuat bahwa proses belajar mengajar berjalan efektif.
  2. Aspek Terkuat: Indikator dengan performa terbaik adalah penampilan dan penggunaan bahasa Indonesia (3.38), penguasaan materi (3.37), serta transparansi dan pelaksanaan ujian (3.37). Hal ini mencerminkan profesionalisme dan kompetensi dosen yang sangat dihargai oleh mahasiswa.
  3. Aspek yang Perlu Mendapat Perhatian: Meskipun masih tergolong baik, nilai terendah terdapat pada pelaksanaan perkuliahan sesuai jadwal (3.26) dan waktu belajar per minggu (3.30). Institusi atau dosen mungkin perlu mempertimbangkan untuk memberikan sosialisasi jadwal yang lebih jelas atau meninjau kembali distribusi beban tugas agar tidak memberatkan mahasiswa.
  4. Konsistensi Tinggi: Rentang nilai yang sangat sempit (3.26 – 3.39) membuktikan bahwa dosen mampu memberikan pengalaman akademik yang konsisten dan merata di semua aspek, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, hingga evaluasi akhir perkuliahan.

 










Kinerja dosen secara keseluruhan masih tergolong Sangat Baik (rata-rata 3,42). Kekuatan utama semester ini terletak pada persiapan perkuliahan (RPS) yang mencapai skor sempurna mendekati 3,50, serta kedisiplinan waktu jadwal yang menunjukkan perbaikan luar biasa. Namun, terjadi pergeseran titik lemah dari masalah administrasi waktu ke masalah substansi dan teknis pembelajaran, khususnya pada kesesuaian soal ujian dengan materi serta metode pelaksanaan perkuliahan.

 








Berdasarkan rekapitulasi penilaian mahasiswa terhadap 22 indikator kinerja dosen, diperoleh rata-rata akhir sebesar 3,41 dari skala 4,00, yang termasuk dalam kategori SANGAT BAIK. Capaian ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan, dosen telah melaksanakan tridharma perguruan tinggi di bidang pengajaran dengan sangat memuaskan, di mana ketiga aspek utama perkuliahan (Persiapan, Pelaksanaan, dan Evaluasi) memperoleh nilai yang konsisten di atas 3,40.

Kekuatan Utama (Aspek yang Dipertahankan):
Dosen unggul secara signifikan dalam disiplin akademik dan substansi materi, terbukti dari skor tertinggi pada Indikator 16 (kesesuaian UTS/UAS dengan kalender akademik) sebesar 3,46 serta Indikator 7 (penguasaan materi) dan Indikator 22 (kesesuaian soal ujian dengan materi) yang sama-sama meraih 3,43–3,44. Selain itu, penampilan dan penggunaan bahasa Indonesia yang baik (I12) juga menjadi nilai jual utama. Hal ini mengindikasikan bahwa dosen sangat kompeten secara keilmuan dan patuh terhadap regulasi akademik.